Selasa, 03 Desember 2013

LDII Memaksimalkan Dakwah Via Media

rapat-kerja-bidang-dpp-ldii
LDII menghelat Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) pada Minggu (1/12/2013) yang bertujuan untuk memaksimalkan pemberitaan kegiataan dan dakwah LDII melalui media massa dan internet milik DPP LDII.
Rakorbid DPP LDII dihelat karena media massa mengalami penurunan nilai. Untuk itu LDII sebagai ormas yang konsen pada nilai-nilai dakwah menghadirkan media yang sejuk, mendidik, dan informatif. Sejuk karena di sana masyarakat akan mendapatkan esensi dakwah plus jawaban atas berbagai permasalahan bangsa.
“Saat ini, banyak muncul berbagai opini bahwa media telah mengalami pergeseran makna. Banyak pihak memanfaatkan media demi kepentingan pribadi, dan negatifnya hal tersebut menjerumuskan masyarakat pada informasi yang tidak berimbang dan benar,” ujar Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Departemen Komunikasi, Informasi dan Media Hidayat Nahwi Rasul.
Menurut Hidayat, kondisi ini harus dijadikan momentum bagi LDII untuk bangkit memberikan informasi yang sehat, sehingga nilai legitimasi media tidak semakin terjun dan demoralisasi dapat dihindarkan.
“Bayangkan saja, saat ini pengguna internet di Indonesia telah mencapai puluhan juta, maka ini adalah momentum untuk melawan demoralisasi media. Sebagai lembaga dakwah maka kita harus hadir membenahi terjadinya berbagai penyimpangan. Langkah tepat saat ini, kami sumbangkan dakwah melalui media yang kami miliki,” ujar Hidayat Nahwi Rasul.
Pada tahun 2013, menurut Hidayat yang juga Ketua Forum Telematika KTI sebesar 80 juta penduduk Indonesia telah tersambung dengan internet. Dengan jumlah tersebut jika media online dapat digunakan untuk hal positif maka dapat dibayangkan begitu besar dampak yang akan diperoleh.
Ke depan diharapkan LDII dapat memberikan konten berimbang, mulai dari segi dakwah agama hingga isu strategis bangsa. Hal ini diharapkan dapat memberikan inspirasi, bahwa masyarakat butuh informasi yang netral. Informasi yang bermanfaat, menjadi pedoman hidup keseharian. Hal ini tidak salah, karena memang LDII dalam menuangkan dakwah selalu berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadist.
LDII saat ini memiliki media online ldii.tv dan informasi organisasi ldii.or.id. Media ini diharapkan dapat menjadi media penjawab permasalahan bangsa dan dapat meningkatkan pengetahuan keagamaan.
Sejalan dengan Hidayat, Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo yang juga staf ahli DPR RI mengungkapkan saat ini telah terjadi hyper media. “Globalisasi tahap tiga telah mencapai kondisi hyper media. Kondisi ini menggambarkan bahwa penggunaan media telah melekat pada diri dalam berbagai kondisi, bahkan hingga dikamar tidur juga dapat menggunakan media online tersebut. Maka penjagaan diri terhadap informasi yang tidak baik perlu dilaksanakan,” ungkap Prasetyo.
Prasetyo meneruskan dalam media web dan tv tersebut, LDII menyediakan informasi dua arah. Praktiknya, selain memberikan informasi, LDII juga menyediakan saran tanya jawab mulai dari permasalahan agama hingga permasalahan secara umum. Selain melalui website, LDII juga menyediakan media official berupa fan page facebook dan twitter. Fan page tersebut dapat diakses pada alamat www.facebook.com/dpp.ldii.page, https://www.facebook.com/ldii.tv dan twitter @ldii_news.
Pada fan page fb anda dapat menemukan berbagai informasi terbaru mengenai LDII, info dakwah, analisis isu strategis bangsa yang dipadukan dengan gaya yang mudah dipahami. Selain itu, twitter yang dihadirkan memberikan kombinasi dua arah. Tidak hanya memberikan informasi, tapi juga memberikan wadah agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan ahlinya seputar informasi yang diinginkan.
Berkenaan dengan penguatan media yang dimiliki, LDII telah melaksanakan Rapat Koordinasi Bidang yang dikomandoi oleh Departemen Komunikasi, Informasi dan Media. Rakorbid dilaksanakan di Kantor DPP LDII, Patal Senayan pada tanggal 1 Desember. Hadir Ketua DPP LDII Ir. H. Prasetyo Sunaryo, MT, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc dan Drs. H. M. Hidayat Nahwi Rasul.   
Mengundang pula perwakilan dari berbagai departemen terkait diantaranya, Departemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan H. Rully Kuswahyudi, S.Sos. Departemen Pengabdian Masyarakat H. Rully Siswa Bernaputra. Departemen Pemuda, Kepanduan, Olahraga dan Seni Budaya Yusuf Wibisono, S.Kom dan M. Rosyid Setiadi. Departemen Hubungan antar Lembaga dan Hubungan Luar Negeri H. Tri Gunawan Hadi, S.Sos, S.Pd.I (Frediansyah Firdaus).

Senin, 25 November 2013

BAGAIMANA TIDUR MENURUT ROSULULLAH SAW AGAR SEHAT DAN BAROKAH ?

INI DIA RAHASIA SUNNAH NABI, POSISI TIDUR KEKANAN Karena sehat adalah nikmat yang sangat urgen dalam kita menempuh kehidupan maka islam mengarahkan dan membimbing umatnya agar hidup yang sesaat ini tetap sehat wal'afiat maka dalam segala cara kita diajarkan oleh Rosulullah SAW, jadi kalau masih ada yang ragu atau cuman iseng-iseng beragama islam segeralah bertobat, baca kembali Qs 2; 85, Qs 5; 3 dan ayat INNADDIINA 'INDALLAHHIL ISLAM, dimana sampai urusan tidur masih diurusin oleh Allah Rosulnya.   Dalam tidur kita disunnahkan Rosul untuk berbaring kekanan, Hadits dari Barra bin ‘Azib ra : Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini mengajarkan kepada umat Islam agar berbaring dilambung kanan. Ternyata dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan rahasia kebenaran Al qur'an dan hadist rosulullah telah banyak ditbuktikan benarnya secara realistis, padahal Rosulullah telah mengajari ummatnya melalui para sahabatnya  hampir 15000 tahun yang silam.  Kini melalui penelitian yang panjang para ilmuwan berhasil mengungkapkan rahasia di balik anjuran tersebut antara lain sbb. Pada saat kita tidur dalam posisi ini jantung hanya akan terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran kecil. Selain itu tidur dengan cara ini akan menenpatkan hati pada posisi yang stabil. Selain itu posisi ini juga sangat baik bagi pencernaan, penelitian menunjukkan saat kita tidur dengan menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam 2,5 sampai 4,5 jam. Sedangkan dalam posisi tidur yang lain makanan baru akan selesai dicerna setelah 5 sampai 8 jam ( Tidur Dengan Menyamping Ke Kiri ) tidur miring ke kiri ternyata kurang baik untuk kesehatan, terutama organ jantung. Hal ini dikarenakan saat kita tidur pada posisi ini, maka paru-paru sebelah kanan, yang berukuran besar, akan menekan kearah paru-paru. Hal ini akan berpengaruh kepada kinerja jantung, terutama kepada orang yang berusia lanjut. Sementara jika kita tidur Dengan Tengkurap Dr. Zafir al-Attar berkata “Seseorang yang tidur dengan cara tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan ke arah dada yang menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.” Peneliti dari Australia telah menyatakan bahwa terjadi peningkatan kematian pada anak-anak sebesar tiga kali lipat saat mereka tidur tengkurap dibandingkan jika mereka tidur dengan posisi menyamping. Sedangkan Majalah “Times” mempublikasikan hasil sebuah penelitian di Inggris yang menunjukan peningkatan tingkat kematian mendadak pada anak-anak yang tidur tengkurap. Fakta-fakta tersebut sejalan dengan apa yang diajarkan dalam Islam, sebagaimana Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW bahwa beliau pernah melihat seorang pria yang sedang tidur dengan posisi tengkurap, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya” (air liur yang keluar waktu tengkurap itu najis), HR Tirimizi dan Ahmad-hasan lighairihi Subhanallah Semoga kita termasuk umat yang dirindukan Rasulullah SAW yang selalu tetap istiqamah mengikuti dan mengamalkan Sunnah - Sunnah Beliau.

Kemudian supaya kita tidak terganggu dalam tidur, agar syaraf bisa menjalankan fungsinya dengan baik serta tidak tergangu sebaiknya penerangan dikecilkan atau dipadamkan, Penelitian terbaru tentang tidur dalam kondisi lampu mati yang dilakukan oleh National Sleep Foundation semakin menguatkan hikmah di balik hadits Nabi untuk mematikan lampu sebelum tidur.

Seperti dikutip reuters, Selasa (26/11), hasil penelitian melaporkan tidur dengan lampu menyala berkaitan dengan bangun yang lebih sering di tengah malamyang memungkinkan jam tidur yang lebih sedikit sehingga mempengaruhi osilasi (gerak harmonik sederhana) otak.

Para peneliti dari Korea Selatan ini menemukan bahwa para partisipan yang tidur dengan lampu tidak menyala memiliki waktu tidur lebih cepat, kurang tidur gelombang syarafnya lambat, serta peningkatan gairah saat tidur, serta perubahan osilasi otak, "terutama yang terlibat dalam kedalaman dan stabilitas tidur,"

Penelitian ini didukung oleh sebuah artikel perspektif yang diterbitkan dalam jurnal Nature awal tahun ini yang ditulis oleh profesor Harvard sleep medicine, Charles A. Czeisler, M.D., Ph.D., bagaimana cahaya buatan menghentikan syaraf yang mendorong tidur dan mengaktifkan syaraf yang berkaitan dengan gairah. Czeisler menyoroti hubungan antara cahaya listrik dan kurangnya waktu tidur.

Hal ini telah disampaikan oleh Rosulullah lebih dari 14 abad yang lalu yaitu sabdanya yang artinya "Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur…" (Muttafaq'alaih)
  Aamiiin ......

Minggu, 24 November 2013

HIDUP SEHAT DENGAN BIASAKAN UNTUK BANGUN PAGI SERTA DOA AKHIR MALAM



Bangun pagi yang sehat
Waktu pagi adalah waktu yang mendapat doa barokah dari Rosulullah SAW, rosulpun ketika mengutus bala tentara memilih waktu pagi, selain kita melaksanakan bangun pagi untuk sholat subuh juga medapat kebarokahan pada waktu pagi, perhatikan hadits di bawah ini :عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا». وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ «وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلًا تَاجِرًا، وَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ» قَالَ أَبُو دَاوُدَ: «وَهُوَ صَخْرُ بْنُ وَدَاعَةَ» رواه ابو داود : [حكم الألباني] : صحيح
Artinya : Dari Shokhr Alghomidi dari Nabi SAW bersabda : Ya allah semoga engkau memberi barokah pada umatku di waktu pagi. Dan nabi ketika mengutus balatentara pada waktu pagi hari. [ shokhr adalah seorang laki-laki pedagang yang kaya raya, dia ketika mengutus dagangannya ketika pagi hari, dan maka di kaya dan hartanya banyak ] HR Abu daud berkata 
Dengan bangun pagi, tekanan darah yang terjadi saat tidur bisa lekas mengalir normal karena gerak tubuh. Bahkan secara medis, bagun pagi juga dapat mengurangi kecenderungan terserang penyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah. Bangun pagi sangat baik karena udaranya masih jernih, tidak karena polusi. Bahkan, kualitas oksigen sangat bagus karena baru terjadi perputaran dari tumbuhan ke manusia. Tidak hanya dari sisi medis, dalam hal lain pun, kita dapat melihat dampak positif dari bangun pagi.
Mari kita melihat para tokoh bangsa yang berhasil sukses dalam hidupnya. Kebanyakan dari mereka rata-rata menerapkan kedisiplinan dalam kehidupannya, termasuk dalam hal  beranjak tidur maupun saat bangun tidur. Bangun lebih pagi merupakan saat yang tepat untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan kecerdasan otak. Membaca buku misalnya, bila dilakukan pada pagi hari, otak akan lebih mudah menyerap materi.
Bukan hanya itu, ternyata bangun pada pagi hari juga dapat menyegarkan metabolisme tubuh dan menyehatkan mental. Bahkan, akhir-akhir ini bangun pagi telah diterapkan sebagai salah satu alternative untuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi penderita Acquired Immune Deficiency Syndrom ( AIDS ). Ilmuwan dari jerman, Dr. Alexander Browis, bahkan menjadikan sebagai terapi terbaru untuk menguatkan tubuh para pasien penderita AIDS.
Melihat berbagai manfaat yang ada, mengapa masih saja banyak orang yang malas untuk bangun pagi ? Ternyata cukup banyak penyebabnya, yang utama adalah masalah rutinitas pekerjaan yang dilakukan hingga larut malam. Karena itu ada hal penting yang harus anda ketahui terlebih dahulu. Secara alami jam tidur setiap manusia, mulai dari balita hingga dewasa akan mengalami perubahan. Biasanya balita akan tidur dalam waktu 18 jam setiap hari. Kemudian, usia 2-3 tahun berkurang menjadi 12 jam. Anak usia sekolah SD/SMP membutuhkan tidur selama 10-12 jam, sedangkan usia SMA membutuhkan tidur selama 8 jam. Kemudian untuk kalangan orang tua di atas lima puluh /50 hanya membutuhkan tidur selama 4 jam.
Nah saat ini, anda termasuk ke dalam kategori usia yang mana ? tinggal anda sesuaikan dengan rutinitas anda, dan anda pun bisa menikmati nikmatnya bangun pagi. Tidak sulit bukan ? lagi pula bangun pagi itu sehat kok.
Written By Abu Nadja on Thursday, October 17, 2013
Tips agar tidak malas bangun pagi :
1.    Minumlah air putih segera setelah bangun tidur
2.    Biarkan sinar fajar masuk
3.    Beri sedikit pijatan di wajah
4.    Gambarkan harimu sejenak
5.    Lihatlah sesuatu yang berwarna
Semoga tulisan ini bisa kita pedomani untuk membarokahi waktu-waktu yang baik/barokah untuk mencari peluang usaha yang dicontohkan para tauladan yang terdahulu dan juga kita memamfaatkan untuk peningkatan pendekatan diri kepada Allah guna memperoleh derajat terpuji disisiNYA

Jumat, 22 November 2013

Jangan Remehkan Tetangga, Tapi Berbuat baiklah

Sekarang istri saya baru nyadar, betapa tidak enaknya jika bertengkar dan berseteru dengan tetangga. Paling gak enak. Dunia menjadi rupek. Apalagi kalau rumahnya di RSSS, yang letaknya saling berhadapan. Ibaratnya, jadi susah nengok.
Mau gak mau, tetap akan sering ketemu. Wong pintunya cuma satu, dari depan doang. Keluar – masuk ya dari situ. Akhirnya salting – salah tingkah sendiri, demi menghindari perseteruan. Aneh, masuk rumah sendiri pakai clingak-clinguk. Semua ini hanya bagian kecil, akibat tidak menghormat tetangga.

Tetapi begitulah kehidupan. Kadang kalau belum mengalami sendiri, susah kalau sekedar diomongi. Walau sampai berbuih, tetap saja. Gak digugu. Suami gak dianggap. Diomongi suruh ngalah, gak digubris. Dibilangin sabar, malahkayak begundal. Disuruh istighfar, malah kebakar. Mulut tetap nerocos, kayak bendungan mau tumpah. Badan dan anggotanya dikuasai setan. Susah dikendalikan. Akhirnya nekat nglabrak. Ribut. Adu mulut; ba bi bu – ba bi bu...! Terus pulang kayak orang menang perang. Namun setelah sadar, berubah total.

Beberapa saat setelah hilang nyeselnya, sontak senyam – senyum sendiri. Kayak orang kesurupan, mengingat tindakan bodoh yang pernah dilakukan. Kata maaf pun hambar, sebab hati sudah kadung luka. Dan usaha mengembalikan suasana seperti semula tak bisa sepenuhnya. Pergaulan pun seperti ada yang kurang, terkesan saling menjaga jarak, membatasi gerak, walau sudah bertajuk damai. Hanya pelajaran dan pengalaman bertetangga saja yang membuat hidup, karena tetangga adalah hal yang utama.
 

Dari Abu Syuraih al-Khuzai, bahwasanya Rasululloh SAW bersabda,”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik ataudiam.” (Rowahu Bukhory (5672), Muslim dalam bab al-Luqothoh (14), Abu Dawud (91), An-Nasa’i (401) At-Tirmidzi (809)).


Imam Nawawi dalam Syarah Hadits Arba’in menjelaskan bahwa pengertian tetangga itu ada empat. Pertama, orang yang tinggal serumah dengan kita. Kedua, orang yang menempel rumahnya dengan rumah kita. Ketiga, orang yang terletak 40 rumah di samping kita (kanan – kiri, depan dan belakang). Dan keempat, orang yang tinggal satu negeri bersama kita. Berikut dalil – dalilnya.

Allah berfirman: ”Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisaa: 36)

Dari Hasan bahwasanya dia ditanya tentang tetangga. Ia menjawab, ”40 rumah di depannya, 40 rumah di belakangnya, 40 rumah di sebelah kanannya dan 40 rumah di sebelah kirinya.” (Rowahu Bukhory fi Adabil Mufrod hadist no 109)

Allah berfirman; ”Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar.” (Al-Ahzab : 60)

Tetangga muslim yang dekat dan merupakan kerabat mempunyai tiga hak, yaitu hak kekerabatan, hak keislaman dan hak ketetanggaan. Jika dia muslim dan bukan kerabat, maka dia punya dua hak, yaitu hak keislaman dan hak ketetanggaan. Sedangkan jika dia non muslim, maka dia mempunyai satu hak yaitu hak ketetanggaan.

Dari Aisyah r.a., bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Jibril senantiasa berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku menyangka mereka akan mendapat bagian warisan.” (R. Bukhory fi Adabil Mufrod hadits no 101).

Ayo muliakan tetangga kita. Jangan sakiti mereka. Dan hendaklah supaya selalu dihormati. Hiduplah penuh toleransi. Dan kalau perlu sedikit mengalah. Jika dirasa kurang, maka banyaklah mengalah. Sebab akhir yang menakutkan, apabila kalau sampai ”menyakiti” tetangga. Dari Abu Huroiroh r.a, bahwasanya Rasululloh SAW bersabda, ”Tidak akan masuk surga, seseorang yang tetangganya tidak tenang karena gangguannya.” (rowahu Bukhory fi adabil mufrod hadits no 121)

Nabi SAW pernah ditanya, ”Wahai Rasululloh, ada seorang perempuan sering bangun sholat malam, siangnya berpuasa dan gemar bersedekah, tetapi dia suka menyakiti tetangganya.” Rasululloh SAW menjawab, ”Tidak ada kebaikan baginya. Dia masuk neraka.” Mereka bertanya lagi, ”Wahai Rasululloh, ada lagi perempuan yang cuma sholat yang wajib – wajib saja dan bersedekah ala kadar kemampuannya, tetapi dia tidak suka menyakiti tetangganya.” Beliau SAW menjawab, ”Dia termasuk ahli surga.” (Rowahu Bukhory fi adabil mufrod hadits no 119).

Nah, kita semua punya tetangga. Di kehidupan ini potensi konflik akan selalu ada. Bisa dari anak, dari sikap, harta benda dan salah tanggap. Maka banyak diam adalah salah satu jawabnya. Dan satu lagi, hal penting yang harus dilakukan di dalam masalah tetangga ini yaitu berdoa agar kita bisa menjadi tetangga yang baik dan terhindar dari tetangga yang jelek.

Alloohumma innii a’uudzubika min yaumis suu’ wa min lailatis suu’, wa min jaaris suu’ fii daaril muqoomah – Ya Allah aku berlindung dariMu dari hari yang jelek, malam yang jelek dan tetangga yang jelek di dalam rumahMu yang tetap.

Rabu, 20 November 2013

Detik-detik Rosulullah Menghadapi Sakarotul Maut


16 November 2013 pukul 9:20
Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu,Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku,kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca,

Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.

Usman menghela nafas panjang

dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat didunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut, "kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,

Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", "Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,

dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii,ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi... Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

 ADAKAH KITA SEBAGAI UMMATNYA MENYADARI HARAPAN ROSULULLAH, atau sudah kah kita berusaha dengan segala kemampuan, kesempatan/kelonggaran kita untuk mempelajari, memahami tingkah laku beliau melalui hadist-hadist beliau

Berapa lama kita hidup, prediksinya ?


Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran absolut.
1 hari akhirat = 1000 tahun artinya 24 jam akhirat = 1000 tahun atau kita sederhanakan menjadi 3 jam akhirat = 125 tahun maka 1,5 jam akhirat = 62,5 tahun Sehingga Apabila umurnabi Muhammad sesuai sabdanya yaitu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari firman Allah atau sabda Nabi SAW hanyalah kisaran 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan dengan masalah waktu serta Allah bersumpah dalam Qur'an surat Al 'Ahsr( Qs 103) Allah sudah mengingatkan kita seluruh manusia selalu dalam kerugian jika kita tidak beriman. Maka kesempatan yang ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, apakah kita mau di Surga atau Neraka. (QS. 35:15, 4:170) Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah dan sadarilah diri kita masing-masing. (QS. 74:7, 52:48, 39:1¬0) Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS. 12:53, 33:38) "Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS. 9:72, 98:8, 4:114) Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti. (QS. 59:18, 42:20, 3:148, 28:77) Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (QS. 23:114) So, HISAB lah diri, sebelum DIHISAB ALLAH.Hitunglah kira-kira amalan yang telah kita lakukan sudah pantaskah kita sebagai umat rosulullah yang beliau saja sudah di jamin masuk sorga tapi beliau sholatnya luar biasa khusuknya, sholat sunat lailnya sampai bengkak kakinya sangking lama tegak n duduknya dalam doa munajat pada Allah, pada hal sabda beliau pada hakekatnya manusia itu tidak pantas utk masuk sorga kalau cuman ngandalkan amalanya tapi karena ROHMAT n MAHGFIROH Allah lah kita bisa masuk SORGA. Jadi mumpung kita masih di alam DARRUL AMAL maka mari kita beramal yg sesuai petunjuk Allah n Rosulnya agar memperole KERIDHOAN, ROHMAT n MAHGFIROH ALLAH yang Maha ROHMAN n Maha ROHIM Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita dalam keimanan dan ketaatan kepada-Nya. Aamiin

15 Kunci Rizki Dari Allah untuk HambaNya Yang Beriman

21 November 2013 pukul 14:38

Sahabat Shalih dan Shalihah Voa-islam.comHarus kita sadar bahwa rezki, jodoh dan maut sudah diqodar oleh Allah, dan manusia pasti akan mendapatkan atau menjumpainya tapi berdoa, berpikir dan kerja keras dengan segenap kemampuan serta keterampilan yang ada merupakan suatu keharusan.

Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk mencari rizki yang halal dan baik, yang tentunya dengan cara berusaha yang halal dan baik pula. Namun disamping itu Allah dan Rasul-Nya  memberi jalan kepada kita dengan dibukanya kunci-kunci rizki yang tentu saja tanpa meninggalkan kasab (usaha).
Allah yang telah menciptakan dan menanggung rizki semua makhluk-Nya. Dan sudah keharusan bagi kita untuk mengembalikan semua perkara yang ghaib itu kepada Allah saja.
Di antara hal yang menyibukkan hati manusia adalah mencari rizki. Tidak sedikit dari kalangan manusia ini yang mencari rizki dengan cara yang diharamkan Allah. Baik dari golongan tingkat atas maupun tingkat paling bawah, baik oleh pejabatnya maupun oleh buruh sekalipun.
Banyak yang tidak lagi peduli terhadap larangan Allah dan Rasul-Nya. Mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram karena akal sehatnya sudah tak dapat lagi berfungsi lantaran nafsunya terhadap dunia dan lupa terhadap Allah Ar Razzaaq. Mereka mengira rizki hanya berupa harta, uang, mobil, ponsel atau rumah.
Padahal rizki Allah sangat luas. Rizki Allah ada beberapa bentuk seperti ilmu pendidikan, rizki berupa pekerjaan dan bisnis, rizki berupa anak dan istri yang shalih dan shalihah, namun banyak yang lupa bersyukur pada rizki Allah yang berupa syariat Islam. Syariat Allah inilah yang membentuk Iman dan aqidah Islam kita
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada me-reka berbagai keberkahan dari langit dan bumi.” (Al-A’raf: 96).
Inilah 15 kunci-kunci rizki yang dikhabarkan kepada kita oleh Allah dan Rasul-Nya :
1. Istighfar dan Taubat.
Nabi Nuh AS berkata kepada kaumnya : "Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai". (QS Nuh : 10-12)
2. Taqwa
Fiman Allah : "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya". (QS. Ath-Thalaq : 2-3)
3. Bertawakkal (berserah diri) kepada Allah
Rasulullah SAW bersabda : "Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnul Mubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha'i dan Al Baghawi dari Umar bin Khaththab t)
4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata.
Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah t).
5. Menjalankan Haji dan UmrahRasulullah r bersabda : "Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran (karat) besi." (HSR Nasa,i. Hadits ini shahih menurut Imam Al Albani. Lihat Shahih Sunan Nasa'i.).
6. Silaturrahim (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)Rasulullah r bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim" (HSR. Bukhari).
7. Berinfak dijalan AllahAllah berfirman : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki". (QS. Saba : 39).
8. Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmuAnas bin Malik t berkata : "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah r. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah r, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah r (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau r bersabda : "Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia". (HSR.Tirmidzi dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi).
9. Berbuat baik kepada orang-orang lemahMush'ab bin Sa'd t berkata, bahwasanya Sa'd merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah r bersabda : "Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah diantara kalian?". (HSR. Bukhari).
10. Hijrah dijalan AllahAllah berfirman : "Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak". (QS. An Nisa : 100)
11. Pahala orang-orang yang mati syahid.
Tak hanya itu, ada kunci Rizki yang lain yang kerap dilihat sebelah mata oleh banyak Kaum Muslimin, Yaitu Berjihad Fii Sabiillah dan meraih Pahala Mati Syahid Fii Sabilillah, diantaranya yaitu:
 Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup [248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
Dari Ubadah bin Samit r.a bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda Bagi muslim yang mati Syahid di sisi allah ada tujuh perkara:
a. Pertama dosanya diampuni sejak darahnya memancar.
b. Dapat melihat tempatnya di Jannah.
c. Dihiasi dengan perhiasan iman.
d. Diselamatkan dari azab kubur dan aman dari kedahsyatan hari kiamat.
e. Diberi mahkota kewibawaan, sebuah yaqut (mutiara) darinya lebih dari dunia dan seluruh isinya.
f. Dinikahkan dengan 72 bidadari.
g. Dapat memberi syafaat kepada 70 ahli keluarganya
   (Riwayat Ahmad dan Thabrani)
h. Bau darahnya seperti aroma misk
“Demi dzat yang jiwaku ditanganNya! Tidaklah seseorang dilukai dijalan Allah-dan Allah lebih tahu siapa yang dilukai dijalanNya-melainkan dia akan datang pada hari kiamat : berwarna merah darah sedangkan baunya bau misk” (HR. Ahmad dan Muslim)
Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Subhanallah ! Sungguh kita telah menyaksikan hal ini pada kebanyakan orang yang mati syahid. Bau darahnya seperti aroma misk (minyak kasturi). Dan sungguh disakuku ada sepucuk surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid(Asy Syahid, insya Allah)- dan telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti misk.”
i. Tetesan darahnya merupakan salah satu tetesan yang paling dicintai Allah.
“Tidak ada sesuatu yang dicintai Allah dari pada dua macam tetesan atau dua macam bekas : tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang tertumpah dijalan Allah; dan adapun bekas itu adalah bekas (berjihad) dijalan Allah dan bekas penunaian kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah” (HR. At Tirmidzi - hadits hasan)
j. Syahid itu tidak merasakan sakitnya pembunuhan
“Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (kesakitan) pembunuhan kecuali sebagaiman seorang diantara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i - hadits hasan)
dan diriwayat yang shahih :
“Orang yang mati syahid itu tidak mendapatkan sentuhan pembunuhan kecuali sebagaimana salah seorang diantara kalian mendapatkan cubitan yang dirasakannya.”
12. IMAN, HIJRAH, JIHAD.
Dari surat At Taubah : 20  “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di Jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Alloh.
Mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”
13. JIHAD Fii Sabilillah dengan JIWA dan HARTA,
 Surat Ash Shaff : 10, 11, 12 :
” Wahai orang-orang beriman! Maukah kamu Aku (Allah SWT) tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih??
   (Yaitu) kamu beriman kepada Alloh dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.
   Niscaya Alloh mengampini dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam Jannah (syurga) yang mengalir dibawahnya sungai-sungai,
   dan tempat-tempat tinggal yang baik di dalam Syurga And. ITULAH KEMENANGAN YANG AGUNG.” 
14. Menikah & Kehamilan adalah Rizki dari Allah
        Mail bin Yasar RA, meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kawinilah wanita yang penyayang dan beranak banyak, karena (pada hari kiamat), akan berlomba-lomba dengan umat lain dan berbangga karena jumlahnya.” 
Dalam Hadist lain Rasulullah SAW bersabda, “Bahkan bayi yang keguguran akan menarik ibunya kedalam jannah, apabila ia bersabar …” 
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita menyusui, maka setiap isapan susunya yang diberikan kepada anaknya, ia akan menerima pahala bagaikan telah menghidupkan makhluk dan apabila ia menyapih anaknya, maka para malaikat akan menepuk punggungnya dan berkata “selamat”, semua dosamu yang telah lalu diampuni, sekarang mulailah lagi,” (dosa-dosa kecil diampuni). 
Rasulullah SAW bersabda pada putrinya Fatimah RA, “Wahai fatimah, jika wanita mengandung anak di perutnya, maka para malaikat akan memohonkan ampunan baginya, dan Allah SWT menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, menghapuskan seribu kejelekannya. Ketika wanita itu merasa kesakitan karena melahirkan, maka Allah SWT menetapkan pahala para pejuang di jalan Allah SWT, jika ia melahirkan bayinya maka keluarlah dosa-dosanya seperti ketika ia dilahirkan oleh ibunya. Dan akan keluar dari dunia dengan tidak membawa dosa apapun. Dikuburnya ditempatkan di taman-taman surga. Allah SWT memberinya pahala seribu ibadah haji dan umroh dan seribu malaikat memohon ampunan baginya hingga hari kiamat.” 
15) Bekerja atau berniaga Dengan Jujur, Ikhlas dan Profesional
Sebagai penutup, tentu kunci rizki yang terakhir yang berkaitan dengan bekerja keras di dunia dan berusaha sekuat tenaga dengan jujur, ikhlas dan profesional sesuai dengan kemampuan ilmunya.
Semua ada prosesnya, bekerjalah dengan tekun dan berdoalah kepada Allah agar terus membuka pintu rizki yang halal dan dijauhkan dari rizki haram. Jaga hubungan dengan rekan kerja dan tampik suap apapun, hindari korupsi demi surga yang kekal....
Setahun, dua tahun hingga tahun-tahun kelima adalah perjuangan yang cukup berat, bersabarlah dan teruslah fokus bahwa Allah sebagai tujuan. Insya Allah akan diberikan jalan yang baik dan Allah lah sebaik-baik pemberi rizki. Allahu Ar Razaaq!
Subhanallah Begitu besar segala  yang Allah SWT berikan kepada hambanya
Demikianlah beberapa kunci-kunci rizki dalam Islam yang memang sudah selayaknya seorang muslim untuk yakin terhadap apa yang difirmankan Allah dan apa yang disabdakan Rasul-Nya r supaya kita tidak terjerumus kedalam I'tiqad (keyakinan), perkataan dan perbuatan yang bathil.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada segenap keluarga, shahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai akhir zaman nanti. Wallahu A'lam